|about me| |myblog|


Wednesday, April 30, 2008
Pemandangan Eksotik, Hadiah Tanah Tumbang di Lengkese




Dari sebuah fasilitas yang terdapat di dunia maya, google earth, seorang kawan melihat beberapa danau yang terbentuk di sekitar daerah longsoran. Tertarik melihatnya secara langsung, ia pun mengajak kami berpetualang ke lokasi tersebut.

Hari itu Sabtu, 19 April 2008. Jalan menuju Malino masih rusak parah. Mobil seakan berjoget mengikuti irama tanah, gundukan maupun lubang yang besar dan berlumpur tetap harus di tempuh untuk mencapai tujuan. Beberapa truk dengan muatan berat masih asyik berlenggang padahal mereka adalah salah satu penyebab jalan menjadi tambah rusak. Memasuki daerah air terjun Takapala, perjalanan terus di lanjutkan hingga kami menemui jembatan merah. Beberapa eskapator tampak masih menyelesaikan tugas yang tersisa. Jembatan panjang itu hanya dapat di lalui oleh motor sedangkan mobil melalui jembatan di bawahnya.

Sebuah truk pembawa pasir tampak melewati jalan perkerasan menuju Lengkese. Jalan yang membelah pegunungan disebelah kanan dan lembah curam di sebelah kiri itu, akan segera di perbaiki. Bulan depan, diprediksikan jalan tersebut akan rampung.

Setelah menikmati pemandangan sawah yang menghijau, kami pun tiba di desa Lengkese. Sejenak kami istirahat di rumah Daeng Cabbi, sebelum melanjutkan perjalanan. Perjalanan di mulai menyusuri telaga kemudian melewati jalan setapak yang mendaki. Bebatuan bekas longsoran berwarna warni ditapaki menuju bukit.

Hamparan itu tak lagi rata seperti beberapa tahun lalu. Topografinya telah berubah, tanah yang di aliri sungai itu turun hingga kedalaman 30 meter dari topografi awalnya. Pada saat bencana longsor empat tahun lalu, kampung tertimbun lumpur yang diperkirakan mencapai hampir 2 milyar kubik. Bahkan menurut penduduk setempat, longsor masih sering terjadi setiap hari Jumat, merupakan hari yang sama kala longsor itu pertama kali terjadi pada tanggal 24 Maret 2004 yang lalu.

Tiba di atas bukit, kami melihat empat danau yang terbentuk akibat tanah tumbang. Pasir dan bebatuan jatuh di lembah hingga menciptakan kawah. Air yang terus mengalir menutupi kawah hingga terbentuklah danau yang indah. Danau itu tampak jernih, ditumbuhi ilalang, ikan-ikan berenang riang dan burung kasuari tampak berlalu lalang. Pemandangan itu mendamaikan hati siapa saja yang melihatnya.

Hamparan rumput yang luas dipijaki sapi. Penduduk sekitar memanfaatkan hamparan rumput itu sebagai arena untuk memberi makan sapi-sapi mereka. Sapi tersebut di lepas begitu saja dan akan ditarik kembali ke kampung, kala musim membajak telah tiba.

Beberapa tanah yang statis yang tidak ikut longsor menciptakan bentuk-bentuk yang unik dan berlapis-lapis. Warna pasir dan batu yang bervariasi menciptakan pemandangan tidak biasa. Tanah terbelah dan danau yang indah, semuanya tercipta disini. Bencana yang menyedihkan itu, kini menghadiahkan pemandangan eksotik yang tidak akan tercipta tanpa tanah tumbang.

Foto-foto pemandangan di Lengkese bisa di lihat disini


Posted at 05:30 pm by in-art

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry
 



in-art
March 11th
Female
Makazzar







 
<< April 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30

Liat Jam


Click to view my Personality Profile page

Awwards

Juara 3 Lomba Foto 17 Agustus 2007



Juara Favorit Lomba Foto 17 Agustus 2007
Namax Sapa?
Blognya?
Kesan&Pesan
thx to: bosoggix
:) :( :D :p :(( :)) :x

Jadwal Shalat

Friendster
  • -Winnie-[blog
  • -In-aRt-  [blog]
  •  

    My Others Blog
  • In-aRt Site - Multiply
  • The Winner
  • In-aRt
    Yahoo Messenger

    Posting
  • Different of me?
  • Susur Sungai : Dari Jembatan Tallo hingga Jembatan Tello
  • Sekilas tentang Pegunungan Latimojong
  • Mengaku Inart
  • Kalau Ajal, Mau di Apa?
  • Pemandangan Eksotik, Hadiah Tanah Tumbang di Lengkese
  • Belum Mengerti
  • jangan memaksa
  • Blog: Mengisi Ruang Kosong
  • Jangan Berhenti
  • Bis Kota
  • Keadilan Sosial (Sekejap) bagi Rakyat Miskin di Tugu Proklamasi
  • Kami ke Jakarta
  • Membangun Budaya Literer dengan Blog
  • Budaya Literer
  • Pilkada SulSel: Akhirnya, Golput yang Menang!
  • Halo di Langit MakassarMerindukan Puncak
  • Love come to...
  • SMS Lebaran
  • I knew I loved You
  • Sekilas Tentang Gandang Dewata
  • Persiapan Ransum
  • Perempuan Pencinta Alam
  • Ujung Tiang Tertinggi
  • Si kecil di SMUdama
  • Putondo...
  • Gunung Bawakaraeng
  • Sekilas tentang Gunung Bawakaraeng
  • Apakah Aku Seorang Mahasiswa?
  • Nginap di Pick Up
  • Seminar-Kongres IMPI
  • Pemantau UAN
  • Tugas Numpuk
  • Cukup!!
  • Terlalu Cinta
  • Bencana
  • Sms Ulang Tahun
  • kusut
  • 11 Maret 1997 - 11 Maret 2007
  • Banyak bicara = panjang umur
  • Valentine's Day
  • Dikdas dan Ormed XI
  • Happy Bday Mom&Pa..
  • Rumah Sokola diterjang Puting Beliung
  • Sms di awal Tahun
  • Berharap Penggantimu!
  • narsis-narsis di puncak gunung
  • Siput09: Rantemario, Peg. Latimojong
  • Taman Impian Jaya Ramma
  • Lebaran with Naya
  • Sms mengganti Kartu Lebaran
  • Resume Bubar (Buka Bareng)
  • Whats up with my world
  • Suatu Hari di Karebosi
  • Masih Terukir Namamu
  • Haji Bawakaraeng
  • Lintas Gunung Lompobattang - Bawakaraeng

     




  • Fren

    [Aan] [Achmad] [Ainuddin] [Amy] [Anbhar] [Arul] [Ascrec] [Auliah] [Budhie] [Chimara] [Chocox] [dhani] [Dhinyi] [Eni] [Evy] [Fawwaz] [Fian] [G] [Gihon] [Grunge09] [Hartanto] [Ibnu] [Ihs] [Ifool] [Ilomovic] [Imo] [Irha] [Jimpe] [K`Agha] [K`Indra nu kasep] [K`Ly] [Kasman] [Layudhi] [Mpie] [Ndy] [Nilam] [Nini-confuzzled] [Ntan] [Nyomnyom] [Ocha] [Pakkamponers] [Pandank] [Pepih] [Qui] [Rara] [Rusle] [Semut Hitam] [Slamet] [Sukri] [Sultra] [The-dew] [Tiza] [Toar] [Unieq] [WielSam] [Yulie] [Yunus] [Zhoel]




    Komunitas

    banner angingmammiri

    BlogFam Community



    CamelPark SEO tools - Google PageRank





     
    Contact Me

    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




    rss feed