|
Sunday, August 20, 2006
Berjalan di punggungan gunung bersama kabut tipis, sayup2 trdengar suara "Lailahaillallah" di telinga kami. sejenak terdiam, mungkin ada orang yang meminta tolong (itu pikir kami)  Selangkah demi selangkah diselesaikan, memacu semangat mencapai sumber suara meski harus beristirahat sejenak melepas lelah. suara itu semakin jelas, "Lailahaillallah, Alahu Akbar" berulang kali.  Antara percaya dan tidak percaya, heran ataukah kagum, mereka menuruni tebing tinggi yang cukup terjal tanpa sebuah alat climbingpun sambil terus mengucapkan nama Tuhan. Busssyetttt...  Langkah mereka tdk terhenti disitu... mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat yang mereka sebut Mekkah. Kami menurunkan carrier dari bahu dan mengikuti langkah mereka tuk melepas rasa penasaran. Tebing yng cukup terjal dengan pandangan kebawah yang begitu mengerikan sempat membuat kami sport jantung...     Di tempat yang mereka sebut "Mekkah" itu mereka shalat, berdoa dan mengeluarkan sesajen. Sedikit pendekatan memberikan peluang untuk perut kami menikmati telur serta ayam dari persembahan mereka (memakan sesajen hukumx da papa selama kita bukan pembawanya)    Yah... inilah yang di sebut Haji Bawakaraeng. ritual ini berlangsung pada bulan Agustus setiap tahunx. Pada malam jumat mereka harus menginap dipuncak bawakaraeng denga tenda seadanya. Ransum kami masih terbungkus rapi hari ini karena Telur, Ayam goreng bahkan daging kambing akan datang ke tenda kami... Hmmm.. enyyakkk....  Para haji2 ini berasal dari berbagai daerah, mulai dari Malino, Makassar, Sengkang bahkan ada yang dari Mamuju. Hmmm... ternyata di tengah gejolak Israel - Libanon masih ada yang melaksanakan ini... Heheheheh Haji Bawakaraeng... Apakah its mean now, I am Hajja In-aRt... Huahahhuahahuahauha...
Posted at 07:44 pm by in-art
 |  |  | yusuf w October 16, 2008 10:39 AM PDT
haji bawkaraeng, ih syik banget.
selama ini kita haji ke Mekkah, tapi masak sih harus ke mekah? emang di Jawa nggak boleh melakukan ritualhaji.
ah itu kan akal-akalannya orang Arab. biar dAPAT DEVISA BANYAK. |  |
  |  |  | venom March 8, 2007 09:23 PM PST
Saya juga sdh lama dengar masalah ini, namun belum pernah liat secara langsung. Memang sih ini adalah sesuatu yang sdh jauh melenceng dari Agama.
Entah siapa yg memulai pendapat seperti ini, yang jelas katanya tiap tahun selalu ada org kesana.
Buat para Ustad, tolong dong dicermati hal2 seperti ini, karena ini sdh sirik namanya.... |  |
  |  |  | armenia February 8, 2007 12:05 AM PST
dahsyat men...postmodernisme ala celebes |  |
  |  |  | uchie December 21, 2006 09:37 PM PST
fotonya keren tuh..monumental skali..pengetahuan tentang agama yang melulu masalah cara ibadah tanpa ada dasar ketauhidan..beginilah jadinya orang interpretasi masing2...ntahlah.. |  |
  |  |  | bisot December 15, 2006 07:00 PM PST
bisot cuma denger aja nih, gak pernah lihat secara langsung, yah emang gak pernah ke bawakaraeng wkkkkkk
fotonya bagus2 euyyyy
pada kuat yah nginep di gunung, apa gak takut hypothermia tuh para "jamaah" nya
???? |  |
  |  |  | auliah September 21, 2006 03:07 PM PDT
NAUZUBILLAHI MIN ZALIK |  |
  |  |  | Luthfi September 2, 2006 11:58 AM PDT
peretamax ...... |  |
|
|
|