Sudah baca berita bahwa ratusan murid SD Muhammadiyah IV, Jl. Pucang, Surabaya menggelar unjuk rasa di halaman sekolahnya, Rabu (14/2) menolak Valentine’s Day yang menurut mereka dapat merusak generasi muda. (wei... anak2 jg dah jago bilng anti Valentine)
Kakaknya, sekitar 60 mahasiswa di Bandung yang tergabung Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GMP) Jawa Barat juga menggelar aksi yang sama, menolak Valantine’s Day. Mereka Long March dari Gedung Sate, Jalan Diponegoro, menuju Bandung Indah Plaza.
Pro dan Kontra tentang Valentine's day di Indonesia memang sudah lama bergulir..
Hari gini, Valantine’s Day tampaknya menjadi dewa bagi kawula muda (da kyk jaman waktu nenek msh muda dulu, hehe). Valentine’s Day diidentikkan sebagai hari kasih sayang namun tidak ditempatkan pada konteks yang wajar. Kegiatan inipun dijadikan ajang hura-hura dan makin membuat kawula muda menjadi sapi kapitalis. Ironisnya, Valentine’s Day biasanya diwarnai aksi maksiat (atas nama cinta bede...) ck ck ck anak muda jaman sekarang... Padahal kalau kita baca sejarahnya, ini jauh dari budaya kita.
Rupanya bukan hanya di Indonesia atau di negara timur terjadi pro kontra perayaan Valentine`s Day ini bahkan di Barat sekalipun.
Seperti terungkap dalam kartu-kartu ini, masih banyak kartu lain di http://www.meish.org/vd/


Hmm... sebenarnya orang yang kontra Valentine’s Day bukan berarti anti cinta atau anti terhadap romantisme hanya saja coba untuk melawan sikap palsu atas nama cinta...